Jumat, 18 Oktober 2013

4 Hal yang Harus Anda Tahu tentang Modals

4 Hal yang Harus Anda Tahu tentang Modals

Satu di antara kata kerja bantu (auxilarry verbs) adalah modals. Ini terdiri dari can (bisa), could (bisa),must (harus, pasti), have to (harus),may (boleh, mungkin), might (boleh, mungkin), shall (akan), should(sebaiknya, seharusnya), will (akan),would (akan), ought to (sebaiknya, seharusnya), dan had better(sebaiknya).
Masing-masing modals tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda. Namun, sebelum Anda mempelajari penggunaannya, ada empat hal yang harus Anda tahu tentang modals:
1. Modals tidak ditambahi –s, -ed, atau –ing
Apapun subjek yang Anda pakai, modals tidak ditambahi dengan –s, -ed, atau –ing. Contohnya:
  • She cans drive a motorcycle. (salah)
  • She can drive a motorcycle. (benar)
  • He canned speak three languanges. (salah)
  • He can speak three languanges. (benar)
2. Modals diikuti kata kerja bentuk pertama
Anda harus menggunakan kata kerja pertama setelah modals. Dengan kata lain, kata kerja tersebut tidak ditambahi dengan s/es, -to, atau –ing. Perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini:
  • They can to come to the party. (salah)
  • They can come to the party. (benar)
  • She might bringing a friend to the party. (salah)
  • She might bring a friend to the party. (benar)
Bagaimana dengan have to dan ought to? Karena dari sananya mengandung to, Anda tetap harus menggunakan kata kerja bentuk pertama setelah kedua modals tersebut.
  • You ough wash your car. (salah)
  • You ought to wash your car. (benar)
  • You have study harder. (salah)
  • You have to study harder. (benar)
3. Pengecualian dalam kalimat negatif
Untuk membuat kalimat negatif, tambahkan not atau n’t setelah modals. Beberapa contohnya bisa Anda lihat di bawah ini:
  • I cannot dance very well. (atau: I can’t dance very well).
  • You should not go to bed so late on a work night. (atau: You shouldn’t go to bed so late on a work night.)
Ingat: can+not ditulis sebagai cannot, bukan can not.
  • You can not park in front of a fire hydrant. (salah)
  • You cannot park in front of a fire hydrant. (benar)
Bagaimana dengan have to dan ought to? Kedua modals ini TIDAK DITAMBAHI dengan not untuk membentuk kalimat negatifnya.
Do/does not (did not bila lampau) digunakan untuk membentuk kalimat negatif pada have to. Sementara itu, tambahkan not setelah ough (sebelum to) untuk membentuk kalimat negatif ought to.
Lebih jelasnya, Anda lihat contoh-contoh berikut ini:
  • You do not have to worry about me. [Anda tidak perlu mengkhawatirkan saya]
  • We ough not to say that to her. [Kita sebaiknya tidak mengatakan itu kepadanya]
Catatan: Ough not to umumnya tidak digunakan oleh penutur bahasa Inggris. Mereka lebih suka menggunakan should not.
  • You should not say that to her.
4. Modals dipakai untuk semua subjek, kecuali shall
Anda tidak perlu bingung memikirkan subjek dan pasangan modals-nya karena semua modals (kecuali shall) bisa dipakai untuk semua subjek. Contohnya:
  • I will come tou your party.
  • She will come to your party.
  • They will come to your party.
...by herman yudiono..

10 Penggunaan Modals dalam Bahasa Inggris

10 Penggunaan Modals dalam Bahasa Inggris

Pada artikel sebelumnya saya menginformasikan pengertian modals dalam bahasa Inggris. Nah, pada artikel kali ini saya membahas tentang penggunaan modals.
Fungsi modals ini penting Anda ketahui sehingga Anda tidak keliru menggunakannya baik dalam tulisan maupun percakapan berbahasa Inggris.
1. Menyatakan Kemampuan (can dan could)
Can digunakan untuk menyatakan kemampuan di masa sekarang (present), sedangkan could digunakan untuk menunjukkan kemampuan di masa lampau (past). Contoh-contoh kalimatnya:
  • can dance, but I can’t sing.
  • When I was twenty, I could dance all night.
  • couldn’t finish my dinner, because I had a stomachace.
2. Menyatakan Perkiraan (will dan shall)
Will dan Shall mengandung arti akan. Walaupun artinya sama, kedua modals tersebut berbeda subjeknya. Will bisa dipakai untuk semua subjek, sedangkan shall hanya untuk I dan we.
Contoh kalimatnya:
  • Sule will be in Bandung this morning.
  • We shall/will win the domino game.
  • shall/will visit my daughter tomorrow.
3. Menyatakan Penawaran (will dan would you like…?)
Will dan would you like…? digunakan untuk menyatakan penawaran dalam waktu sekarang dan yang akan datang (future). Bedanya, would you like…? digunakan dalam kalimat pertanyaan dan merupakan ungkapan penawaran yang lebih formal/resmi daripada will.
Lihat contoh-contohnya di bawah ini:
  • She will help you if you want. (Dia akan membantu Anda jika Anda mau).
  • Would you like to come to my office? (Apakah Anda mau datang ke kantor saya?).
  • Would you like a glass of milk? (Apakah Anda mau segelas susu?).
4. Mengungkapkan Permintaan
Ada dua jenis permintaan: meminta sesuatu/izin dan tolong. Jika Anda meminta sesuatu atau izin, gunakan may I, could I, can I, atau might I.
May dan could digunakan dalam situasi formal dan sopan, sedangkan can dalam situasi informal (biasanya untuk teman). Adapun might cukup sopan, namun jarang digunakan.
Contoh kalimatnya:
  • May I borrow you car? (Bolehkah saya meminjam mobil Anda?)
  • Could I borrow your car? (Bolehkah saya meminjam mobil Anda?)
  • Can I borrow your car? (Bisakah saya meminjam mobil kamu?)
  • Might I borrow your car? (Bolehkah saya meminjam mobil Anda?)
Sementara itu, jika Anda meminta tolong kepada orang lain, gunakan would you, will you, could you, dan can you. Contoh kalimatnya:
  • Would you send the letter to my daughter? [lebih sopan] (Dapatkah Anda mengirimkan surat itu ke adik saya?).
  • Will you send the letter to my daughter? [sopan]
  • Could you send the letter to my daughter? [sopan]
  • Can you send the letter to my daughter? [informal] (Bisakah kamu mengirimkan surat itu ke adik saya?).
5. Menyatakan Keharusan (must dan have to)
Must dan have to digunakan untuk menyatakan keharusan di masa sekarang. Bedanya, must menunjukkan tingkat keharusan yang lebih kuat dibandingkan have to.
Contoh kalimatnya:
  • You must keep my secret. (Kamu harus menjaga rahasia saya).
  • We have to go now. (Kita harus pergi sekarang).
  • She has to go now.
Untuk menyatakan keharusan di masa lampau, gunakan had to. Lihat contohnya berikut ini:
  • had to do my homework yesterday.
  • We had to go to Bandung last night.
6. Menyatakan Ketidakharusan
Modals yang dipakai untuk menyatakan ketidakharusan adalah bentuk negatif have to yaitu do/does/did not have to). Do/does not have to digunakan untuk waktu sekarang, sedangkan did not have to digunakan untuk waktu lampau.
Contohnya:
  • You do not have to be genius to become a blogger. (Anda tidak perlu jenius untuk menjadi seorang blogger).
  • She does not have to spend a lot of money if she knows blogging basics. (Dia tidak perlu mengeluarkan banyak uang jika dia tahu dasar-dasar ngeblog).
  • did not have to go to the doctor. (Saya tidak perlu pergi ke dokter).
7. Menyatakan Larangan (must not)
Untuk menyatakan larangan, modals yang digunakan adalah must not yang artinya tidak boleh. Contoh kalimatnya:
  • You must not smoking here. (Anda tidak boleh merokok di sini).
  • We must not tell anyone our secret. (Kita tidak boleh memberitahu siapapun tentang rahasia kita).
8. Menyatakan Kepastian
Untuk menyatakan kepastian, gunakan must, may, might, dan can. Tingkat kepastian untuk must 95%, sedangkan may/might/can kurang dari 50%.
Contoh kalimatnya:
  • He must be sick. (Dia pasti sakit).
  • He may be sick. (Dia mungkin sakit).
  • He might be sick. (Dia mungkin sakit).
  • He can be sick. (Dia mungkin sakit).
9. Memberikan Nasihat
Untuk memberikan nasihat, modal yang digunakan adalah should, ought to, dan had better. Semua modals ini digunakan dalam masa sekarang. Dibanding should dan ought to, had better lebih kuat dalam memberikan nasihat.
Contoh kalimatnya sebagai berikut:
  • You should stop smoking. (Anda sebaiknya berhenti merokok).
  • You ought to stop smoking. (Anda seharusnya berhenti merokok).
  • You had better stop smoking. (Anda sebaiknya berhenti merokok).
10. Memberikan atau Meminta Usulan
Untuk memberikan usulan, gunakan shall I…? (bagaimana kalau saya…?) atau shall we…? (bagaimana kalau kita…?).
Contohnya:
  • Shall we go now? (Bagaimana kalau kita pergi sekarang?)
  • Shall I open the door? (Bagaimana kalau saya buka pintunya?)
Sementara itu, untuk meminta saran, gunakan juga shall I…? atau shall we…?
Contoh kalimatnya:
  • What shall I wear? (Sebaiknya saya pakai baju apa?)
  • What time shall we meet? (Sebaiknya jam berapa kita bertemu?)
...by herman yudiono...

15 Kata Kerja Khusus yang Harus Diikuti Gerund

15 Kata Kerja Khusus yang Harus Diikuti Gerund

Satu di antara penggunaan gerundadalah sebagai objek setelah kata kerja khusus. Apa saja yang termasuk kata kerja khusus yang harus diikuti gerund?
Di bawah ini adalah kata-kata kerja tersebut lengkap dengan arti dan contoh kalimatnya.
NoKata KerjaArtiContoh Kalimat
1admitmengakuiShe admitted stealing the car.
2appreciatemenghargaiI appreciated her helping me.
3avoidmenghindariShe avoided talking to me.
4considermempertimbangkanHe considered moving to Surabaya
5delaymenundaI delayed doing my taxes.
6denymenyangkalRosa denied committing the crime.
7disliketidak sukaMy brother dislikes working after 5 pm.
8enjoymenikmatiI enjoy learning English.
9imaginemembayangkanHe imagines working there one day.
10involvemelibatkanMy job involves traveling to Japan once a month.
11keepterusHe kept interrupting his father.
12mindkeberatanWould you mind lending me the laptop?
13missrinduI miss living near the beach.
14postponemenundaShe postponed returning to New York.
15understandmengertiI understand writing Amazon products.
Semoga penjelasan di atas membantu Anda yang bingung menggunakan gerund setelah kata kerja.
...by herman yudiono...

4 Jenis Kata Kerja Bantu yang Harus Anda Kuasai

4 Jenis Kata Kerja Bantu yang Harus Anda Kuasai

Dalam bahasa Inggris terdapat 4 jenis kata kerja bantu (auxiliary verbs), yaitu be, do, have, dan modals. Anda harus menguasai keempat jenis kata kerja tersebut karena Anda akan menggunakannya dalam pembentukan tenses.
Nah, bila Anda lupa dengan kata kerja bantu tersebut, di bawah ini adalah penjelasan singkatnya.

1. Be

Be terdiri dari am, are, is, was, dan were. Tabel di bawah ini menunjukkan subjek dan bentuknya.
Subjek
Present
Past
I
am
was
You/We/They
are
were
He/She/It
is
was
Contoh kalimatnya:
  • I am a full time blogger.
  • You are a student.
  • The car was cleaned last week.
Anda bisa mempelajari lebih detail mengenai be pada artikel penggunaan to be.

2. Do

Kata kerja bantu do terdiri dari do, does, dan did. Kata kerja bantu tersebut dipakai di kalimat negatif dan tanya dalam kalimat verbal, yaitu kalimat yang memakai verb. Tabel di bawah ini menunjukkan subjek dan bentuknya.
Subjek
Present
Past
I/You/We/They
do
did
He/She/It
does
Contoh kalimatnya:
  • She does not like ice cream.
  • I do not know much about politics.
  • They did not live in New York.
  • Does she love me?
  • Did you sleep well last night?

3. Have

Kata kerja bantu have terdiri dari have, has, dan had. Fungsinya adalah membuat kalimat yang menyatakan sudah (seperti pada present perfect tense). Tabel di bawah ini menunjukkan subjek yang sesuai dengan kata kerja bantu have.
Subjek
Present
Past
I/You/We/They
have
had
He/She/It
has
Contoh kalimatnya:
  • He has been a teacher since 1998.
  • I have rented this car for two days.
  • They had lived in Bandung for five years.

4. Modals

Kata kerja bantu yang keempat adalah modals yang terdiri dari can, must, may, should, dan lain-lain. Fungsinya adalah mengungkapkan sikap mental, seperti kemampuan, keharusan, kepastian, permintaan, larangan, dan sebagainya. Bentuk, penjelasan fungsi, dan contoh kalimat yang menggunakan modals bisa Anda lihat pada artikel 10 penggunaan modals dan 4 hal penting tentang modals.
...by herman yudiono...

Maybe vs Perhaps

Maybe vs Perhaps

Kata maybe dan perhaps adalah kata keterangan yang artinya ‘mungkin’ atau ‘barangkali’. Walaupun artinya sama, penggunaan keduanya berbeda.
Kata maybe digunakan dalam situasi nonformal (misalnya saat mengobrol dengan teman) sedangkan kataperhaps digunakan dalam situasi formal seperti dalam surat bisnis, rapat, atau ketika bertemu dengan orang baru.
Contoh-contoh kalimatnya bisa Anda lihat di bawah ini.
Maybe:
  • Maybe I’ll come tomorrow.
  • Maybe that is true.
  • John, maybe I am wrong.
Perhaps:
  • Perhaps we will open a new branch in New York this year.
  • Perhaps you come early.
  • Perhaps I will participate in the race.
...by(herman yudiono)...

Beside vs Besides

Beside vs Besides

Kata beside dan besides sering membingungkan karena ejaan keduanya mirip. Meskipun demikian, fungsi kedua kata tersebut berbeda. Apa saja perbedaannya? Mari kita simak di bawah ini.
Beside
Kata beside adalah preposisi (kata depan) yang artinya ‘di sebelah’ atau ‘di samping’. Dengan kata lain, besidemerujuk pada posisi sesuatu.
Perhatikan contoh-contoh kalimatnya di bawah ini:
  • My office is beside the government office.
  • Beside the school, there is a restaurant.
Besides
Kata besides adalah kata kerangan yang bermakna ‘di samping’ atau ‘sebagai tambahan’. Kata ini berfungsi untuk mengemukakan suatu ide atau keterangan tambahan. Makna dan fungsi tersebut sama dengan kata moreover atau in addition.
Perhatikan contoh-contoh kalimatnya berikut ini:
  • Besides educating your readers, you are also creating great articles.
  • The mall is so modern. Besides, it is not far from the beach.
....by(herman yudiono)....

7 Jenis Pronoun yang Harus Anda Ketahui

7 Jenis Pronoun yang Harus Anda Ketahui

Pronoun atau kata ganti adalah kata yang dapat menggantikan suatu kata benda atau frasa kata benda. Kata ganti berfungsi menghindari pengulangan kata benda atau frasa kata benda yang sama yang telah disebut sebelumnya.
Dalam bahasa Inggris, pronoun terdiri dari tujuh jenis, yaitu:

1. Personal Pronoun (kata ganti orang)

Personal pronoun adalah kata ganti yang menunjukkan pada orang atau penamaan. Kata ganti orang ini digunakan sebagai subjek dan objek. Tabel di bawah ini menyenaraikan penggunaan tersebut.
Subjek
Objek
Arti
I
You
She
He
It
We
They
Me
You
Her
Him
It
Us
Them
Saya, aku
Kamu, Anda, kalian
Dia (perempuan)
Dia (laki-laki)
Dia, itu, -nya
Kita, kami
Mereka
Contoh kalimatnya:
  • Three days ago I met Ariel. Yesterday I met him again. [Tiga hari yang lalu saya bertemu Ariel. Kemarin saya bertemu dia lagi.]
  • My sister bought a new handphoneShe loves it very much. [Saudara perempuan saya membeli sebuah handphone baru. Dia sangat menyukainya.]
  • Sule borrowed three books from the library. He must return them in two days. [Sule meminjam tiga buku dari perpustakaan. Dia harus mengembalikannya dalam dua hari.]

2. Possessive Pronoun (kata ganti milik)

Possessive pronoun adalah kata yang menunjukkan kepemilikan. Ada dua bentuk possessive pronoun yaitu dependent (ditempatkan sebelum suatu kata benda) dan independent (ditempatkan setelah suatu kata kerja). Untuk lebih jelasnya, silakan Anda lihat tabel di bawah ini.
Dependent
Independent
My
Your
His
Her
Its
Our
Their
Mine
Your
His
Hers
Its
Ours
Theirs
Contohnya:
  • This is my book. The book is mine. [Ini buku saya. Buku ini punya saya]
  • This house is theirs. [Rumah ini milik mereka.]
  • This is your pencil and those are hers. [Ini pensilmu dan itu punya dia.]

3. Reflexive Pronoun

Reflexive pronoun adalah kata ganti yang menunjuk kegiatan untuk pelaku sendiri dalam kalimat bersangkutan, atau memberi penekanan pada unsur subjek atau objek. Kata ganti ini mendapat akhiran –self untuk bentuk tunggal, dan akhiran –selves untuk bentuk jamak.
Perhatikan tabel di bawah ini.
Reflexive Pronoun
Arti
Myself
Yourself/yourselves
Themselves
Ourselves
Himself
Herself
Itself
Saya sendiri
Kamu sendiri/kalian sendiri
Mereka sendiri
Kami sendiri
Dia sendiri (laki-laki)
Dia sendiri (perempuan)
Dia sendiri (benda atau binatang)
Contoh kalimatnya:
  • She laughed at herself. [Dia menertawakan dirinya sendiri.]
  • He himself drives to school. [Dia sendiri yang menyetir ke sekolah.]
  • I myself open the door. [Saya sendiri yang membuka pintu itu.]
  • My father cooked this meal himself. [Ayah saya memasak makanannya sendiri.]

4. Demonstrative Pronoun

Demonstrative pronoun merupakan kata ganti penunjuk berdasarkan kedekatan: dekat (this dan these) dan jauh (that dan those). Contoh kalimatnya sebagai berikut:
  • This is my mother, these are my sisters. [Ini ibu saya, ini adik-adik saya.]
  • That book is yours, those are mine. [Buku itu punyamu, itu punyaku.]

5. Interrogative Pronoun

Interrogative pronoun adalah kata-kata yang mempertanyakan orang atau benda. Ini antara lain: who, whom (siapa), whose (punya siapa), why (mengapa), which (yang mana), dan what (apa).
Contoh kalimatnya:
  • Who did you call? [Siapa yang kamu panggil?]
  • What did you order? [Apa yang kamu pesan?]
  • Why did you sell your cara? [Mengapa kamu jual mobilmu?]

6. Indefinite Pronoun

Indefinite pronoun adalah kata ganti yang mengacu pada seseorang atau sesuatu yang dianggap tidak tentu, seperti: somebody (seseorang), something, anything (sesuatu), everyone (setiap orang), dan everything (segala sesuatu).

7. Relative Pronoun

Relative pronoun adalah kata-kata yang merangkai suatu kata benda atau frasa kata benda dengan klausa penjelasnya, seperti who, whom, whose, which, dan that yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata yang.
Contoh kalimatnya:
  • I don’t like people who lose temper easily. [Saya tidak senang pada orang yang mudah naik pitam.]
  • Meong that I always feed everyday is my cat. [Meong yang saya beri makan setiap hari adalah kucing saya.]
  • This is Tukul whose brother you met last week. [Ini tukul yang kakaknya kamu temui minggu lalu.]
...by(herman yudiono)...